Amanah Nurish adalah Sekretaris Badan Pengurus Mindset Institute. Amanah Nurish menyelesaikan pendidikan doktor di bidang antropologi agama di Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Universitas Gadjah Mada (2017). Saat ini, Amanah Nurish menjadi antropolog yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia.

Baha’i dan Tuduhan “Sesat”

24 detik waktu baca

“Baha’i sesat, Baha’i sama dengan PKI”! begitu kata-kata yang sering terdengar ketika awal tahun 1990-an saat saya masih bocah ingusan. Sedikit pun kata Baha’i tidak pernah terlintas dan bertengger di kepala saya, kecuali setelah menyaksikan peristiwa beberapa pemuda yang terbalut emosi liar “mengobrak-abrik” hunian tetangga depan rumah saya yang memeluk agama Baha’i. Agama Baha’i memang sempat dilarang di Indonesia pada tahun 1962 di masa pemerintah Sukarno.

Spontan dada saya terasa sesak dan pilu melihat gerombolan pemuda itu mencoret-coret halaman rumah tetangga saya dengan cat¬†pylox¬†bertuliskan “Baha’i sama dengan PKI”. Kisah ini saya alami ketika di kampung hidup berdampingan dengan mereka, umat Baha’i.

Silahkan baca lebih lanjut di tautan berikut https://news.detik.com/kolom/d-5665925/bahai-dan-tuduhan-sesat

Amanah Nurish adalah Sekretaris Badan Pengurus Mindset Institute. Amanah Nurish menyelesaikan pendidikan doktor di bidang antropologi agama di Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Universitas Gadjah Mada (2017). Saat ini, Amanah Nurish menjadi antropolog yang mengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia.

Kondisi Toleransi Beragama dan Berkeyakinan Menyongsong Pemilu

Indonesia merupakan negara majemuk dengan tingkat keberagaman agama dan aliran kepercayaan yang cukup tinggi. Keberagaman ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kondisi sosio-kultural...
Heronimus Heron
13 detik waktu baca

We must prepare for a global recession

Our national economic resilience must also be understood as the accumulation of economic resilience at the micro level. Since resilience at this level is...
Aloysius Gunadi Brata
18 detik waktu baca

Tugu Ngejaman: Sign of Power and Reminder of Time…

Abstract Tugu Ngejaman or Stadsklok is a monument to commemorate a century of the return of Java to the Dutch colonial rule in 1916....
Heronimus Heron
1 menit waktu baca